Sebardong-Situs kumpulan cerita dewasa yang memberikan terbaik buat sobat semuanya. Jangan sungkan untuk berkunjung kembali ke situs sebardong.blogspot.com. Semua cerita/artikel dan gambar kami ambil dari pencarian di Google. Bacalah dengan menggunakan perasaan biar ceritanya lebih bermakna.
Agen poker terbaik dan terpercaya 2016
Pada suatu pagi, sekitar jam 08:30, aku yg sedang suntuk pergi ke
sebuah hutan cagar alam kecil di selatan kota. Kota kecil ini sudah ku
singgahi sekitar 3 minggu, dan aku masih lumayan betah. Segera kuparkir
motor di tempat titipan motor, dan menyusuri jalan setapak masuk hutan
yg sekarang sedang sepi karena memang bukan hari libur. Terasa sangat
sejuk, pa…gi hari hiking menikmati rerimbunan pohon pinus di hutan cagar
alam itu.
Ketika sedang berjalan menikmati keindahan dan kesejukan hutan, aku
melihat sesosok gadis manis berjilbab sedang duduk disebuah bangku
dibawah sebuah rumah kayu yg memang disediakan untuk beristirahat. Dari
bajunya yg atasan putih dan bawahan rok abu-abu, aku tau kalau dia
adalah seorang siswi SMU. Segera otak kotorku bekerja dan membuat
penisku naik.
Cerita Ngentot | Bayangkan, menikmati vagina gadis cantik berjilbab
pelajar SMU ditengah hutan yg sunyi dan sejuk ini. Segera aku
menghampiri dan menyapa sang gadis itu. Yg sedang duduk termangu.
“Assalamu’alaikum..” kataku sedikit keras, memang sengaja mengagetkannya.
Gadis berjilbab itu sedikit kaget lalu dengan cepat menoleh kearahku.
Wajahnya cantik putih,d engan hidung mancung dan bibir tipis. Kacamata
minus bertengger di hidungnya.
“Wa’alaikum salam.. ngagetin aja ihh..” katanya dengan tersenyum kecil.
Suaranya yg lembut, menambah gejolak birahiku. Otakku berfantasi
membayangkan suara lirihnya merintih-rintih karena vaginanya
kusodok-sodok dengan penisku.
“lagi ngapain?” tanyaku.
Sembunyi-sembunyi aku menatap tubuhnya. Sekal untuk seorang siswi
SMU. Pantatnya bulat, tubuhnya padat berisi namun langsing, dengan
tinggi semampai. Buah dadanya terlihat sedikit mononjol dibalik seragam
putih osis lengan panjang dan jilbab putih yg terulur menutupi dadanya.
“lagi ngelamun.” Jawabnya sambil tersenyum manis.
“ngelamunin apa?” tanyaku lagi, memancing pembicaraan.
Sambil semakin mendekat hingga disampingnya. Siswi berjilbab itu
memandangku seksama seakan menilai, lalu menjelurkan lidahnya padaku,
menggoda. Aku tersenyum.
“kenalin, Wawan.” Kataku sambil mengulurkan tanganku.
siswi berjilbab itu tersenyum dan menyambutnya.
“Amel” katanya.
Tangannya yg bersentuhan dengan tanganku terasa sangat halus.
“lagi ngapain disini sendirian? Bolos yaa…” kataku mengganggunya. siswi berjilbab itu segera berdiri didepanku.
“iya nih… lagi BT di sekolah..” katanya sambil menggerutu.
“emang kenapa? Habis putus cinta yah?” tanyaku nakal.
“idih… nggak… sekarang jadwalnya olah raga… guru olah raganya rese…
sukanya grepe-grepe..” jawab gadis cantik berjilbab siswi Smu itu.
Tangannya sudah dilipat didepan dada, semakin membuat tonjolan buah dadanya terlihat. Hatiku semakin tdk karuan.
“tapi diam-diam suka kaaan…” kataku menggoda.
“idiiiih…jijik, tau…” jawabnya sambil sok bergidik.
“eehhh… digrepe-grepe bisa enak lhoo..” kataku terus memancing.
Siswi berjilbab itu hanya tersenyum simpul sambil kembali menjulurkan lidahnya genit.
“eh Mel, mau gak, masuk lebih dalem ke hutan? Ada tempat yg buagus banget deh…” kataku.
Padahal aku berbohong.
“yg bener? Ahh, gak mau ah…ntar Amel mau diapa-apain, lagi…” jawabnya, sambil masih tersenyum genit.
“ga papa deh… ayo ikut… diapa-apain kan ga papa kalo enak.” Kataku seolah bercanda.
Padahal otakku sudah memikirkan banyak jurus untuk mendapatkan tubuh gadis cantik berjilbab itu.
“iya deh.” Jawab Amel akhirnya, membuat hatiku seolah meloncat saking
senangnya.
“tapi janji gak diapa-apain yah.” Jawabnya lagi.
“gak kok, ntar tak kasih yg enak- enak″ jawabku lagi.
Akhirnya kami pun berjalan menyusuri jalan setapak sambil
bercakap-cakap dan menikmati keindahan hutan. Beberapa lama, setelah
kami berada semakin masuk kedalam hutan, kami menemukan lagi sebuah
tempat beristirahat. Sebuah batu besar panjang 2 meter, dengan atap dari
daun pinus sekedar menahan jika ada hujan. Amel berlari kecil menuju
tempat itu dan duduk dubatu itu.
“istirahat dulu, capek..” kata gadis manis berjilbab itu.
“oke.” Kataku sambil duduk disampingnya.
“jadi gak nih, mau yg enak-enak?” kataku kembali memancing.
“gak mau ah.. emangnya Amel apaan..” katanya sambil pura-pura marah.
Aku semakin medekatkan dudukku pada gadis berjilbab bertubuh sekal itu.
“yah, kan Amel cantik.. mas jadi gak tahan..” bisikku ketelinganya yg masih tertutup jilbab.
Pelan kuraih tangan kanannya yg halus, lalu kuremas dan kubelai.
Gadis cantik berjilbab itu menatapku, namun diam saja. Terlihat wajahnya
merah karena malu. Segera siswi berjilbab itu menarik tangannya dan
memalingkan tubuhnya agak membelakangiku, karena tatapan sayunya bertemu
dengan tatapanku. Pelan-pelan kupeluk Amel dari belakang pelan- pelan.
Gadis cantik berjilbab bertubuh sekal itu sedikit berontak. “jangan
mas.. Amel gak mau..” bisiknya sambil sedikit berontak.
“ga papa Amel, ntar mas kasih enak…” bisikku ke telinganya yg tertutup jilbab.
Kudaratkan ciumanku di pipi kanannya. Amel masih tegang, mungkin
karena tdk pernah dipegang cowok. Apalagi penisku yg sudah ereksi
dibalik celana jeansku dari tadi, menempel di pantatnya karena aku sudah
duduk menkangkang. Kugenggam tangan kirinya dengan tangan kananku,
tangan kiriku memeluknya, sementara bibirmu mulai menciumi pipi dan
telinganya.
“Ohh..sstt” desisnya.
Aku palingkan wajahnya sehingga aku mudah mencium bibirnya yg mungil,
pelan saja dan siswi berjilbab itu mulai menanggapinya. Kupermainkan
lidahku dengan lidahnya, sementara kuputar pelan-pelan tubuhnya sampai
menghadapku (masih dalam keadaan duduk). Dengan cukup cepat kupeluk
mesra dia agar tdk semakin berontak,
kedua tanganku mengelus-elus punggungnya dan terkadang kuremas lembut
kedua pantatnya. pantatnya begitu menggairahkan. padat berisi
sampai-sampai ingin rasanya meremas dan menciuminya. Penisku sudah
semakin tegang.
Pelan- pelan sambil terus kuciumi gadis SMU berilbab yg sudah pasrah
itu, kubuka ritsleting celanaku dan kukeluarkan penis besarku. Gadis itu
seolah tertegun bingung karena tdk tau apa yg harus ia lakukan.
Langsung kubimbing tangannya untuk mengelus- elus dan mengurut seluruh
bagian penis. Terasa nikmat penisku dibelai dan diurut oleh tangan halus
siswi lugu berjilbab itu. Kusandarkan Amel pelan-pelan didinding kayu
gubuk istirahat itu, bibirku semakin bergerilya di seluruh permukaan
wajahnya yg cantik. .
“Ohh, sst..” desahnya, yg semakin membuatku bernafsu.
Dengan bibirku yg tetap aktif, tangan kananku mulai menelusuri
badannya, kuelus-elus pundaknya, lalu turun ke dada kanannya, menyusup
kebalik jilbabnya, meremas buah dada sekalnya. Kuraba pelan, lalu mulai
remasan-remasan kecil, siswi berjilbab itu mulai menggeliat. Buah
dadanya terasa kenyal dan kencang, semakin kuperlama remasanku, dengan
sekali- kali kuraba perutnya.
Tanganku mulai membuka satu- persatu kancing seragam OSIS lengan
panjangnya, dan menyusup masuk didalam bajunya, mengelus perutnya dan
Amel kegelian. Tanganku yg masih di dalam bajunya, mulai naik kedadanya
dan meremas kedua gunung kembarnya, jariku keselipkan dibranya agar
menjangkau putingnya untuk kupermainkan. Amel mulai sering medesah,
“Sst.. ahh.. ohh”
Karena branya sedikit kencang dan mengganggu aktivitas remasanku,
maka tanganku segera melepaskan semua kancing bajunya dan kemudian kait
branya kubuka, sehingga longgarlah segel 2 bukit kembar itu. Bajunya
kusingkap kesamping, sementara Bhnya kusingkap keatas, menampakkan
keindahan dadanya, putih mulus, kedua putingnya mencuat mengeras ingin
dijilati. Sudah saatnya nih beraksi si lidah. Kujilati, kusedot- sedot,
kucubit, kupelintir kecil kedua putingnya.
Amel mulai meracau tdk karuan manahan nikmatnya permainan bibirku di
kedua dadanya. Kubuka baju dan branya sehingga tubuh atasnya hanya
tinggal ditutupi jilbab putih membungkus kepalanya yg sengaja tdk
kulepaskan. Gairahku semakin meninggi melihat gadis berjilbab yg lugu
terengah- engah keenakan kurangsang dengan baju yg sudah terbuka
memperlihatkan buah dadanya yg putih ranum menggunung.
Tubuhnya yg putih, dua bukit ranum dengan 2 puting mencuat indah,
wajahnya memerah, keringat mengalir, ditambah desahan-desahan yg
menggairahkan, sungguh pemandangan yg tdk boleh disia-siakan. Kuciumi
bibirnya lagi, dengan kedua tanganku yg sudah bebas bergerilya di kedua
bongkahan dadanya.
Nafas kami menderu menyatu, mendesah. Perlawanan gadis cantik
berjilbab tadi sudah tdk terasa lagi. . Untunglah hutan itu sepi,
sehingga desahan Amel yg semakin keras tdk membuatku takut ketahuan.
Kulepas baju seragamnya dengan sedikit paksaan, kusibakkan jilbabnya
sehingga tdk menutupi dadanya, lalu Kuciumi dan kujilati badannya, mulai
dari pundak, turun ke dadanya.
Sengaja kujilati bongkahan dadanya berlama- lama tanpa menyentuh
putingnya, kupermainkan lidahku disekitar putingnya. Kutempelkan
tiba-tiba lidahku ke puting kanannya dan kugetarkan cepat, tangan kiriku
mencubit-cubit puting kirinya, Amel semakin kelojotan menahan geli-geli
nikmat. Enak sekali menikmati bukit kembar cewek jilbaban.
Tangan kananku mulai merayap ke pahanya, yg masih tertutup rok abu-
abu panjang, kuelus naik turun, terkadang sengaja menyentuh pangkal
pahanya. Terakhir kali, tanganku merayap ke pangkal paha, menyingkapkan
rok abu-abu panjangnya keatas sehingga celana dalamnya terlihat. Dengan
satu jariku, kugesek-gesek vaginanya yg ternyata sudah basah sampai
membekas keluar di celana pendeknya. Kedua kaki gadis berkulit putih
berjilbab berwajah lugu itu langsung merapat menahan geli. Tanganku
mengelus pahanya dan membukanya, menjalar ke kemaluannya, lalu semua
jariku mulai menggosokkan naik turun ke bukit kemaluannya.
“Ah udah mass..uhh hmm.. aduuhh.. enakk..”, geliatnya sambil meremas pundakku erat.
Kulumat bibirnya, tanganku mulai menyusup menguak CD-nya, meraba
vaginanya. Amel semakin terangsang, dengan desisan pelan serta
gelinjang- gelinjang birahi. Tak lama kemudian siswi berjilbab itu
mendesis panjang dan melejang-lejang. Ia menggigit bibir bawahnya sambil
matanya terkatup erat, lalu vaginanya berdenyut- denyut seperti
denyutan penis kalau melepas mani. Amel lalu menarik nafas panjang.
Basah mengkilap semua jariku, karena mungkin Amel tdk pernah terasang
seperti ini, lalu kujilat sampai kering. cerita sex
“Mas jahat, katanya Amel gak akan diapa-apain..” kata siswi berjilbab bertubuh sekal itu sambil memelukku erat.
“tapi Amel suka kan.. enak kan..” bisikku semakin bernafsu.
Sudah saatnya penisku dipuaskan. Kucium bibirnya lembut, kubimbing
lagi tangannya untuk meremas dan mengurut penisku. Gantian aku yg
melenguh dan mendesis, menahan nikmat. Posisiku kini berdiri didepan
Amel, kuturunkan celanaku dan kuminta Amel untuk terus memijat penisku.
“harus digimanain lagi nih?”, tanyanya bingung sambil tetap
mengelus-elus batang kejantananku.
Terlihat disekitar ujung penisku sudah basah mengeluarkan cairan bening karena ereksi dari tadi.
“Ya diurut-urut naik turun gitu, sambil dijilat seperti menikmati es krim” sahutku.
Ditimang-timangnya penisku, dengan malu-malu lalu dijilati penisku,
ekspresi wajahnya seperti anak kecil. Gadis berjilbab SMU itu
pelan-pelan mulai memasukkan penisku ke mulutnya dan
“Ahh Mel, jangan kena gigi, rada sakit tuh, ok sayang?”
“Hmm, ho oh”, mengiyakan sambil tetap mengulum penisku.
Nah begini baru enak, walaupun masih amatir.
“Yess..” desahku menahan nikmat, terlihat semakin cepat gerakan maju mundur kepalanya.
“Mas, bolanya juga?” tanyanya lagi sambil menyentuh zakarku.
“Iya dong sayang, semuanya deh, tapi jangan kena gigi lho”. Dijilati dan
diemutnya zakarku, setiap jengkal kemaluanku tdk luput dari jilatannya,
hingga kemaluanku basah kuyup.
“Ahh..ohh..yes..” desahku dengan semakin menekan-nekan kepalanya.
Dimasukkannya batangku pelan-pelan ke mulutnya yg mungil sampai
menyentuh tenggorokannya, penisku dikulum-kulum, divariasikan permainan
lidahnya dan aku semakin menggeliat. Terkadang d siswi berjilbab itu
juga menjilati lubang kencingku, diujung kepala penis, sehingga aku
hampir melompat menahan nikmat dan geli yg mendadak.
Dilanjutkannya lagi kocokan ke penisku dengan mulutnya. Pelan-pelan
kubelai kepalanya yg masih terbungkus jilbab dan aku mengikuti permainan
lidah Amel, kugoyangkan pantatku searah. Enak sekali permainan bibir
dan lidahnya, Amel sudah mulai terbiasa dengan kejantanan cowok.
Akhirnya, badanku mulai mengejang,
“Mel, aku mau keluar.. ohh ahh..” dan sengaja dipercepat kocokan penisku dengan tangannya.
Creett cret cret croot.. air maniku berhamburan keluar banyak sekali,
sebagian kena wajahnya dan mengotori kacamatanya, dan sebagian lagi
meluber di tangan Amel dan penisku. Amel sempat terkejut melihat
pemandangan menakjubkan itu.
“iihh… jijik… apa nih mas..?” katanya sambil mengernyit.
“ini namanya pejuh, Mel.. coba aja enak lho.. bisa menghaluskan kulit kalo dilumurin ke wajahmu..”
Dengan sedikit keraguan siswi berjilbab itu pelan-pelan menjilat air maniku yg meluber di penisku.
“Asin dan gurih, enak juga ya Ko?”, katanya sambil menelan semua spermaku sampai habis bersih dan kinclong.
Yg menyembur diwajahnya ia ratakan sehingga wajahnya mengkilap karena
air pejuhku. Akus emakin terangsang melihat gadis berjilab melakuka
nhal itu. Tanpa membuang waktu lagi, aku yg mempunyai stamina dan birahi
yg berlipat segera kembali mendorong badannya agar bersandar di dinding
kayu gubug itu. Bibirnya yg indah dengan lipgloss itu kulumat dengan
penuh birahi. kurasakan siswi berjilbab itu mulai mendesah dan
menggeliat menahan birahi.
Kuremas-remas dadanya yg sudah menunggu dari tadi untuk dinikmati
lagi. Kuraba-raba lagi vagina si Amel, pinggangnya menggeliat menahan
nikmat sekaligus geli yg demikian hebat sampai pahanya merapat lagi.
Kembali kusingkapkan rok abu-abunya ke perutnya, setelah tadi sempat
turun lagi, sengaja tdk kupelorotkan CD- nya, karena aku ingin melihat
pemandangan indah dulu. Wow, CD-nya pink tipis berenda dan mungil,
sehingga dalam keadaan normal kelihatan jelas bulu-bulunya.
Lalu aku berlutut didepan selangkangannya. Kakinya kubuka diiringi
desahan tertahan gadis SMU berjilbab berwajah cantik itu. Tangan kirinya
menutup mulutnya seakan berusaha menahan nafsu birahi yg tak
tertahankan. Tangan kanannya ada dipundakku, namun tdk berusaha menahan
ketika aku maju dan mulai menjilati kedua pahanya dari bawah sampai ke
pangkalnya, lalu kucium aroma lembab dan agak amis dari vaginanya yg
membuat laki-laki manapun semakin bernafsu.
Kujilat sekitar pangkal paha tanpa mengenai vaginanya, yg membuat
Amel semakin kelojotan. Kupelorotkan CD-nya pelan-pelan sambil menikmati
aroma khas vaginanya, lalu kujilat CD bagian dalam yg membungkus
kemaluannya. Sesaat aku terpesona melihat vaginanya, bulunya yg tertata
rapi tapi pendek-pendek, bibirnya yg gundul mengkilap terlihat jelas dan
rapat, di tengah-tengahnya tersembul daging kecil. Vagina yg masih suci
ini semakin membuatku bergelora, penisku mulai berontak lagi minta
dipijat Amel.
Mulutku sudah tdk sabaran untuk menikmati sajian paling lezat itu,
lidahku mulai bergerilya lagi. Pertama kujilati bulu-bulu halusnya,
rintihan Amel terdengar lagi. Terbukti titik lemah Amel ada di
vaginanya, begitu siswi berjilbab itu menggerakkan pantatnya, dengan
antusias lidahku menari bergerak bebas di dalam vaginanya yg sempit
(masih aman karena selaput dara berada lebih ke dalam). Begitu sampai di
klitorisnya (yg sebesar kacang kedelai), langsung kukulum tanpa ampun
“Akhh.. sstt.. ampuun… aduuhh.. enaaak.. stt” racau gadis perawan SMU
berjilbab itu sambil menggeleng-geleng kepalanya yg masih terbungkus
jilbab menahan serbuan kenikmatan yg menggila dari lidahku.
Dengan gerakan halus, kuusap-usap klitorisnya dan siswi berjilbab itu
makin kelojotan dan tdk begitu lama terjadi kontraksi di vaginanya. Aku
tau Amel akan klimaks lagi, makin kupercepat permainan lidahku. Sesaat
kemudian, sambil tangan kirinya semakin menutup mulutnya semakin
erat,gadis berjilbab berseragam abu- abu putih itu menjerit sambil
badannya meregang. Mengalirlah dengan deras cairan cintanya itu, tentu
saja yg telah kutunggu-tunggu itu.
Kujilati semua cairan yg ada sampai vaginanya mengkilap bersih,
rasanya segar, gurih dan enak sekali. Beberapa saat, kubiarkan Amel
istirahat sambil tersengal-sengal mengatur napas terduduk lemah dibangku
panjang digubug itu, bersandar didinding. Aku duduk disebelahnya lalu
kupeluk erat dengan mesra, kukecup keningnya, dan kedua pipinya.
Sambil memandangku, wajahnya tersenyum malu. Nampak wajahnya merah
padam setelah mengalami orgasme, serta malu karena melakukannya
denganku. Aku menduga baru kali ini siswi berjilbab itu merasakan nikmat
begitu dasyat, sampai lemas sekujur tubuhnya. Setelah nafasnya mulai
normal, kuciumi bibirnya dengan lembut.
“Nikmat sekali kan Mel? Ingin lagi? Masih kuat kan?” kataku dengan mencium bibirnya lagi.
Gadis cantik berjilbab itu hanya diam sambil memalingkan wajahnya,
namun tdk ada penolakan dari tubuhnya. Kupalingkan lagi wajah cantknya
menghadapku dan kucium rada lama bibirnya dengan lembut.
Pelan-pelan aku kembali memosisikan tubuhku dihadapannya. Penisku
tepat berada didepan vaginanya. Kulepaskan celana dalam seksinya, lalu
lambat- lambat kumajukan pinggulku, menggesekan penisku ke vaginanya.
“Oh..hmm..” gadis manis berjilbab itu kembali mendesah bergairah, pasrah kusetubuhi ditengah hutan yg sunyi itu.
Baju seragam SMU nya sudah teronggok dilantai gubug, disamping celana
dalamnya. Wajah gadis alim berjilbab itu yg pasrah membuatku nyaris tdk
mampu mengendalikan birahiku.
Kulumat bibirnya dengan rakus, tanganku bergerak ke bawah dan menggenggam penisku, semakin intens
menggesek-gesekkan penisku ke vagina ranumnya, membuat siswi berjilbab
itu semakin menggelinjang karena rangsanganku. Sembari melumat bibirnya,
tangan kiriku turun mengusap payudaranya dengan gerakan melingkar di
bawahnya menuju ke arah puting lalu menyentil dan memilin pentil gadis
cantik berjilbab itu. Kemudian gantian punggungnya kuusap dengan usapan
ringan sampai siswi berjilbab itu merasa kegelian.
“Ohh.. Maas.. auughh.. gelii… Nikmat Maas..!!” tangan kanan gadis
berjilbab itu mencengkeram erat pundak kiriku sampai membuat pundakku
lecet karena kukunya, sementara secara refleks tangan kirinya mulai ikut
meremas-remas buah dada kirinya.. kakinya membuka lebar melingkar
dipingganggku. Tatapan gadis berjilbab itu sayu, dikuasai sepenuhnya
oleh nafsu birahi. nafasnya memburu. Siswi berjilbab itu memejamkan
matanya. Desahan dam rintihannya semakin keras ketika kuciumi kening,
pipi dan kujilat dan kugigiti daun telinganya dari luar jilbabnya.
“Amel, tahan yaa.. mas akan kasih kenikmatan buatmu.. tapi awalnya
bakal sakit sedikit.. tapi kalo dah kebiasa pasti enak kok..”kataku
menenangkan gadis manis berjilbab lugu itu yg akan kurenggut
keperawanannya.
“mmhh… pelan yah mas.. Amel takut..” desahnya, namun tanpa penolakan karena sudah pasrah 100%.
Dengan birahi yg sudah di ubun- ubun, aku mengangkat sedikit pantat
Amel, untuk memberi posisi nyaman pada persetubuhan ini. Kupegangi kedua
belah pahanya dan semakin kubuka kakinya lebar-lebar. Terlihatlah
belahan vaginanya agak kehitaman dengan bagian dalam yg kemerahan,
dihiasi rambut tipis.
“Aahh..”, Amel melenguh panjang, badannya goyang kekanan kekiri, kuberikan rangsangan tambahan.
Kujilati pusar dan perutnya, lalu ke paha dan betisnya. Kugigit dekat pangkal pahanya sampai memberkas merah.
“Mass.. Kamu.. Oh.., sudah.. Amel nggak tahan..”. kutatap wajahnya
dengan tatapan menenangkan. Matanya sayu pasrah. Ia menggigit bibir
bawahnya berusaha menahan birahi dan mempersiapkan diri pada rasa sakit
yg kukatakan akan dirasakannya.
Susah payah kumasukkan penisku yg sudah keras dan besar ke vaginanya yg becek, dan.. Blesshh..
“Ouuhh.. Ohh..”. Aku mulai memasukan penisku ke liang vaginanya pelan-pelan.
Sulit sekali memasukan penisku ke liang vagina gadis manis berjilbab itu saking rapatnya. Amel berteriak,
“Ahhh… sakiiittt mas!” Aku yg tdk peduli karena sudah terlanjur nafsu memulai melakukan gerakan maju- mundur dengan pelan-pelan.
Gadis berjilbab bertubuh sekal itu membalas dengan menjambak
rambutku. Aku terus melakukan genjotan terhadap vaginanya yg sangat
nikmat itu…
“Ahhhh… sakittt mas..”, aku mulai mempercepatkan gerakan maju- mundur. Amel berteriak,
“Ahhhhhhhh”, aku mengeluarkan penisku dari vaginanya dan langsung
keluarlah darah segar mengalir dari vagina Amel turun ke pahanya, dan
membasahi bangku tempat kami bersenggama. .
Setelah beristirahat beberapa helaan nafas, kembali kutekan pantatku
perlahan dan dengan pelan dan teknik maju mundur yg membuat Amel semakin
kelojotan, akhirnya masuklah semua penisku ke dalam vagina sempit legit
gadis SMU berjilbab itu.
“Aahh.. Mas.. aduh Maas..sakit tapi enaakk.. aduuhh.. lagii..” gadis
berjilbab berparas cantik dan lugu itu meracau dan mendesah mulai
keenakan. Vaginanya mulai terbiasa dihujam penisku.
Amel menaikan pantatnya dan aku menekan lagi pelan-pelan, terus berlangsung beberapa lama, kian lama kian cepat.
“aduuhh.. Amel mau enak lagiihh..” Amel vaginaik.
Aku semakin kencang mengocok vaginanya dengan penisku. Siswi berjilbab itu diam sejenak sambil memegang lenganku.
“Sudah keluar lagi Mel?”
“Sebentar lagi.. Ohh..” jawab Amel Secara tiba-tiba kugerakkan pantatku
maju mundur agak memutar dengan cepat, batangku terasa mau patah. Amel
kelojotan sambil melejang-lejang nikmat.
“Ah..”. Amel meremas remas payudaranya dan menggigit jarinya sendiri dan matanya terpejam.
Jepitan kaki di pinggangku menguat. Dinding vagina gadis cantik
berjilbab itu terasa menebal sehingga lubangnya menjadi lebih sempit.
Siswi berjilbab itu memelukku dan mengulum bibirku,
“An.. Mas.. Aku.. Hggkk.., Ahh.. Nikmatt..” Amel bergerak liar.
Kutekankan penisku dalam-dalam dan kurasakan denyutan di dinding
vagina serta dasar rahimnya. Penisku terasa disiram cairan yg hangat.
Kutekan tyubuhnya didinding gubug dengan tubuhku. siswi berjilbab itu
masih terus mengejang dan menggelinjang menikmati orgasmenya. Kubiarkan
penisku terendam dalam cairan vaginanya. siswi berjilbab itu mendesah
dan merintih penuh kenikmatan. Kami diam sejenak. Kuberikan kesempatan
untuknya beristirahat dan mengatur nafasnya. Matanya masih tertutup.
Sejenak kurangsang vaginanya dengan gerakan pada otot kemaluanku. siswi
berjilbab itu mendesah dan membuka matanya. Dikalungkannya kedua
tangannya pada leherku.
“Amela.. sekarang giliran mas yaa..” kataku berbisik. siswi berjilbab itu mengangguk.
Masih tersisa orgasmenya, dengan tubuh yg masih bergetar2. Kugerakkan lagi pantatku maju mundur
dan memutar. Perlahan-lahan dan semakin lama semakin cepat. Kurasakan
vaginanya lebih becek dari semula, namun aku tdk mau menghentikan
permainan untuk mengeringkannya.
Gesekan kulit penis dengan dinding vagina gadis manis berjilbab itu
masih terasa nikmat. Gairah siswi cantik berjilbab itu mulai bangkit
lagi. Iapun mengimbangi gerakanku perlahan-lahan. Setelah beberapa saat
kemudian gerakannyapun juga semakin cepat. Kutarik pantatku sampai
tinggal kepala penisku saja yg menyentuh bibir vaginanya, dengan gerakan
cepat dan bertenaga kuhempaskan lagi ke bawah. Badan siswi cantik
berjilbab itu terguncang. Kurapatkan pahanya, kemudian kakiku menjepit
kedua kakinya. Aku menurunkan tempo permainan sambil beristirahat
sejenak.
Sesaat kemudian kukembalikan pada tempo semula. Aku hanya menarik
turunkan penisku sampai setengahnya saja. Jepitan vagina siswi cantik
berjilbab itu lebih terasa. Kurasakan aliran darah di penisku semakin
cepat.
“Amel.. Aku mau keluar..”.
“Tunggu.. Kita bareng.. a.. nn mas..”
Kukangkangkan kaki siswi cantik berjilbab itu kembali. Kedua betisnya
kujepit di ketiakku. Dalam posisi demikian maka vaginanya terbuka lebar
sekali.
“Mas Wawan..”. Tubuh Amel menegang.
“Amel aku juga.. Mau.. Ohh..”.
“Ahh.. Nikmatt”. Cairan vagina siswi cantik berjilbab itu bertambah banyak, sementara itu ujung penisku berdenyut denyut.
Tubuhnya bergerak seperti kuda Sumbawa yg melonjak-lonjak liar.
“Amel.. Oh.. nih ku kasih pejuh… nikmatin sayaannghhh..”
Dan kemudian.. Crot.. Crot.. Crot.. kutumpahkan spermaku di dalam guanya sampai menetes-netes keluar.
“Tahan sebentar.. Ahh..”.
Gadis cantik berjilbab itupun mendapatkan orgasmenya setelah berusaha
sesaat sebelum penisku berhenti menyemprotkan pelurunya. Kutekankan
lagi penisku, denyutan pada otot-otot kemaluan kami saling memberikan
kenikmatan ekstra. Aku berguling ke samping. Kami berpelukan dengan
badan bersimbah keringat. Jilbabnya basah karena keringat kami berdua.
Sungguh nikmat bercinta dengan gadis perawan. Setelah beristirahat
beberapa saat, kami segera membenahi baju kami dan keluar dari hutan.
Kembali kukecup mesra kening dan bibir gadis manis berjilbab itu.
Kuminta ia meminum pil anti hamil yg selalu kubawa, dan memberinya 3
lembar seratus ribuan untuknya.
Tdk lupa kuantarkan dia kembali kerumahnya karena jam sudah
menunjukkan pukul 12 siang dan kuminta nomor Hpnya, kali aja aku kangen
dengan jepitan vaginanya.
Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.
Kumpulan informasi Cerita Seks Dewasa Sehat
LIVECHAT GACOR
Translate
Popular Posts
-
Mentari pagi beri salam lagi, suara burung kusambut hari berganti. Saat itu aku baru lulus SMA, aku melanjutkan kuliah di Surabaya di sana...
-
Sebardong - Hadir lagi untuk anda kami copas cerita seks untuk memuaskan nafsu anda. Aku Nafsu Membuat Seketarisku Orgasme. Pagi itu pada w...
-
Inilah alamat lengkap tempat SPA terbaik di Medan untuk Anda yang sedang mencari tempat SPA yang berkualitas dan berbagai pilihan mulai dari...
-
Awal cerita ini dari saudara karibku yang bercerita, Pertemanan adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup seseor...
-
Sebardong - Sejak kegadisanku hilang, aku menjadi pendiam. Keceriaan yang selama ini menjadi ciri khasku seolah-olah hilang sirna. Aku menj...
-
Cerita Seks - Aku sebenarnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Namun, karena keadaanku juga sangat mendesak, aku membera...
