Cerita Seks Dewasa

Kumpulan informasi Cerita Seks Dewasa Sehat

Cerita Dewasa Hamil Dengan Partner Bisnis Suamiku Akibat Suamiku Kurang Top

Sebardong-Situs kumpulan cerita dewasa yang memberikan terbaik buat sobat semuanya. Jangan sungkan untuk berkunjung kembali ke situs sebardong.blogspot.com. Semua cerita/artikel dan gambar kami ambil dari pencarian di Google. Bacalah dengan menggunakan perasaan biar ceritanya lebih bermakna.

Saya tonton keluargaku & keluarga Kokoku teramat bahagia bersama lahirnya cucu mula-mula mereka, terlebih dikarenakan bayi pertamaku ini yakni laki laki yg miliki arti mutlak dalam kebiasaan chinese. Walau saya masihlah merasa letih akibat dari proses melahirkan yg panjang, saya bersyukur dapat konsisten melahirkan bersama proses alami. Namun bagaimanapun kebahagiaanku terasa belum kumplit dikarenakan ayah biologis dari anakku tak dapat mendampingi saya diwaktu saya mempertaruhkan nyawa melahirkannya ke dunia.

Memang Lah betul, anak yg baru saja kulahirkan bukanlah berasal dari benih koko atau suamiku sendiri namun dari benih mas Yanto, satu orang cowok pribumi sbg partner usaha suamiku & telah berkeluarga.

Saya pernah khawatir apakah anakku nantinya bakal lebih serupa Bpk biologisnya dibadingkan bersama ibunya, lantaran apabila elemen ini berjalan sehingga perselingkuhanku dapat serta-merta diketahui. Tetapi ketakutanku nyata-nyatanya tak beralasan sebab mata anakku konsisten sipit & berkulit putih meski sekian banyak bidang wajahnya lebih serupa mas Yanto dari terhadap Koko. Saya menginginkan dapat berjumpa mas Yanto kelak di jam besuk utk memperlihatkan kepadanya bahwa anak biologisnya itu sehat-sehat saja.

Dalam kegembiraannya Koko & mertua perempuanku mengemukakan bahwa mereka mengharapkan saya melahirkan 2 hingga 3 anak lagi biar hunian tak sepi jelasnya. Saya cuma tersenyum kecut lantaran saya tak demikian percaya apakah mas Yanto masihlah ingin menghamiliku lagi ? Bahkan saya serta tak tahu apakah saya tetap miliki peluang utk bercinta dgn mas Yanto lagi.

Namaku Syeni, usiaku waktu itu 29 th, saya keturunan Chinese yg tetap totok & saya saat ini menjadi ibu hunian tangga yg sehari-hari bertugas merawat ke-2 mertuaku sebab suamiku yg umurnya jauh lebih lanjut umur dariku masihlah serumah dgn orang tuanya. Saya baru menikah satu tahunan bersama Koko dari perjodohan antar keluarga. Sebenarnya bukan saya tak dapat mencari doi sendiri buat menjadi suamiku namun rata-rata pacarku tak cocok bersama selera orang tuaku yg pass kolot maka hasilnya saya “terlambat kawin”.

Menurut beberapa orang wajahku teramat khas oriental bersama kulit yg putih bersih, rambutku hitam lurus panjang hingga melintasi bahu. Walau badanku tak mampu dibilang langsing, namun pula tak sanggup dibilang gemuk sebab tak ada lipatan-lipatan lemak terhadap tubuhku. Keistimewaanku yakni ukuran dadaku yg ekstra agung namun padat begitu serta dgn pinggulku & bulatan pantatku yg agak agung. Seandainya koko telah memintaku berpakaian yg seksi, sehingga susah sekali melarang pria buat tak melihatku dgn pikiran jorok mereka.

Sebelum menikah, pergaulanku pass bebas dalam artian saya senantiasa tidur dgn pacar-pacarku sejak masihlah di SMA. Tak kurang dari lima orang laki laki sempat meniduri saya, masing-masing antara satu hingga dua tahunan lama berhubungannya. Pasti saja tak tidak sedikit yg tahu reputasiku kecuali second cowok-cowokku itu sendiri sebab orang lain tahunya saya ialah perawan yg baik & aktivis gereja. Malahan dari lima orang laki laki yg sempat meniduri saya, tiga diantaranya justru saya yg merenggut keperjakaan mereka.

Menikah dgn Kokoku waktu ini seakan-akan hukuman bagi pergaulan bebasku pada awal mulanya, area gerakku jadi amat terbatas dikarenakan nyaris tak sanggup ke luar hunian kecuali buat belanja atau ke gereja. Belanja kebutuhan keluarga telah terlampaui melelahkan bagi mertuaku, maka saya dapat bertolak sendiri lantaran koko pula tak akan mengantar. Jikalau ke gereja terlebih, Kokoku & keluarganya teramat paranoid dgn gereja terutama pendeta-pendetanya tetapi untungnya mereka tak melarangku utk ikut gerakan gereja terutama yg tak mesti ke luar sumbangan.

Sesudah setahun menikah, saya belum memperlihatkan tanda-tanda dapat hamil padahal ke-2 mertuaku terus-terusan tanya lantaran beranggapan peluang buat anaknya telah makin sempit. Saya jadi lumayan stress memikirkannya dikarenakan seandainya diperiksa ke dokter semuanya baik-baik saja. Apakah ini lantaran lalu saya sempat menggugurkan kandunganku hingga lima kali ? Pasti saja saya tak sempat dapat menceritakan factor ini ke dokter kandunganku. Malah saya bersyukur dokterku tak mampu menemukan bekas-bekas aborsi yg sempat saya melaksanakan.

Dari tiap-tiap interaksi bersama kelima orang pacarku, masing-masing sempat membuatku hamil. Nafsu berahiku yg amat agung tidak jarang membuatku lupa ruang & saat buat minta cepat disetubuhi terhadap pacar-pacarku. Akibatnya ada sekian banyak persetubuhan yg memaksa pacarku melepaskan spermanya di dalam tidak dengan menggunakan pengaman. Pasti saja cuma saya sendiri yg tahu berapa kali saya sempat jalankan aborsi, bahkan sebahagian agung cowokku tak tahu bahwa mereka sudah membuatku hamil lantaran saya keburu memutuskan pertalian dgn mereka. Cuma terhadap kehamilan mula-mula saja yg didapati cowokku dikarenakan kala itu pun saya sendiri gugup & terjebak dalam agak bingung yg berlarut-larut hingga umur kandunganku nyaris tiga bln sebelum hasilnya dapat digugurkan.

Saya kenal dgn mas Yanto dikarenakan dikenalkan oleh Kokoku sebelum kami menikah. Mas Yanto adalah partner business Kokoku sejak lama, mereka mendirikan perusahaan sama-sama yg tetap berlangsung hingga kini. Sejak mula-mula kali berjumpa saya punyai perasaan aneh berkenaan mas Yanto, bukan perasaan tidak baik malah sebaliknya ialah saya tertarik terhadap mas Yanto juga sebagai perempuan kepada laki laki. Mengapa saya bilang aneh dikarenakan saya rata rata tak sempat tertarik pada cowok beristri & saya pun sebenarnya tak sempat tertarik kepada cowok pribumi.

Usia mas Yanto lebih lanjut usia dari koko, amat sangat ramah & penuh perhatian, senantiasa mendengar lawan bicaranya tidak dengan sempat meremehkannya meski nyatanya beliau lebih benar. Aspek ini teramat tidak sama dgn kokoku yg tak sempat menanggapiku jika pendapatku telah dianggapnya salah. Dengan Cara fisik walau telah usia 40an, mas Yanto pula tampak seksi bersama bulu-bulu tangannya yg lebat. Sedangkan kumis & jenggotnya yg lebat namun beruban menunjukkan kematangannya bersama asam garam kehidupan.

Tekanan mertua & suami ditambah rahasia musim dulu yg tak sanggup saya ceritakan kepada siapapun menciptakan saya tidak jarang sakit-sakitan hingga hasilnya saya mampu berkomunikasi bersama mas Yanto.

Awalnya sederhana saja, saya memang lah sengaja mencari & meng-add akun mas Yanto di FBku. Rasa ketertarikanku terhadap mas Yanto membuatku nekat mau lebih mengenal dirinya & mengupayakan mampu berkomunikasi. Nyatanya mas Yanto sama sekali tak keberatan berkomunikasi denganku bersama catatan janganlah ketahuan oleh kokoku lantaran ia tahu persis etika buruknya. Oleh lantaran itu kami cuma memakai identitas original dikala memanfaatkan akun fesbuk tapi buat chatting masing-masing telah punyai nama samaran lain

Awalnya saya cuma berkomunikasi buat berbasa basi saja atau bertanya-tanya sekitar tugas kokoku agar saya sanggup lebih mengerti ia. Kokoku memang terlampaui enggan buat menerangkan pekerjaannya sendiri kepadaku sebab saya Hanya lulusan SMA di bandingkan dirinya yg lulusan S1 perguruan tinggi populer & S2 dari luar negara. Tetapi lama kelamaan saya sejak mulai berani curhat ke mas Yanto, pasti saja awalnya cuma buat hal-hal sepele namun lama kelamaan lantaran jawaban-jawaban dari mas Yanto demikian menyejukkan saya sejak mulai memasuki daerah pribadi.

Seperti keluhanku waktu bersetubuh bersama koko hingga terhadap kehidupan seksku di musim dulu. Sebenarnya sih saya “terjebak” oleh kecerdikan mas Yanto yg sejak mulai menyaksikan bahwa pengalaman seksku lebih baik dari terhadap kokoku. Tetapi lantaran ia tak sempat menghakimi sama sekali perbuatanku, sehingga saya malah merasa memang lah sudah menemukan kawan curhatku. Pasti saja saya belum berterus jelas bahwa saya sempat lakukan aborsi, bahkan hingga lima kali, lantaran saya belum berani menebak reaksinya pada perihal yg satu ini.

Chatting di internet memang lah mengizinkan orang utk melintasi batas-batas yg nyaris tak barangkali dilakukan di dunia nyata oleh beberapa orang yg sebenarnya saling asing sama sekali. Awalnya saya yg cobalah memancingnya utk “menaikkan status” jadi berpacaran didunia maya sebab toh kini kami telah memanfaatkan nama samaran masing-masing. Nyata-nyatanya mas Yanto bersedia saja sewaktu kami menambah sekian banyak kode “pengaman” utk mencegah akun masing-masing diterobos orang lain.

Jadilah kami sejak mulai berpacaran didunia maya, seperti pacaranku diawal mulanya saya merasa bebas buat “berhubungan seks” bersama pacarku termasuk juga yg didunia maya kali ini. Seandainya saya belum orgasme sesudah disetubuhi koko, saya minta mas Yanto utk memuaskanku hingga orgasme lewat persetubuhan ala chatting. Bila mas Yanto bilang “aku remas remas payudaramu”, sehingga saya meremas-remas payudaraku bersama melamun mas Yanto yg melakukannya. Kebanyakan cuma hingga mengelus-elus vaginaku saja oleh chattingannya mas Yanto, saya telah sanggup orgasme.

Saya memang lah mulai sejak tergila-gila dgn mas Yanto & memang mulai sejak mempunyai anggapan bahwa saya ini merupakan si sayang gelapnya beliau. Utk makin memudahkan komunikasi kami, mas Yanto dulu mengajarkanku buat memakai webcam dari netbookku maka kini kami dapat saling menonton satu bersama yang lain. Tidak Dengan malu-malu saya tidak jarang tampil di depan webcam sejak mulai dari berpakaian seksi, berpakaian minim, bertelanjang bulat hingga beronani. Pasti saja hal tersebut cuma mampu saya melakukan waktu koko sedang tak ada di hunian, sedangkan mertuaku tak mungkin saja mampu memergokiku lantaran kamarku ada di lantai 2.

Bercumbu di dunia maya lama kelamaan sejak mulai tak lumayan buatku, saya sejak mulai berharap bercinta sungguhan bersama mas Yanto. Ketika saya sampaikan keinginanku ini, nyatanya mas Yanto juga miliki kemauan yg sama. Meski demikian nyata-nyatanya sangat susah menemukan dikala yg sesuai utk berjumpa dikarenakan mas Yanto mau persetubuhan yg mula-mula mesti penuh kesan bukan persetubuhan singkat di mobil contohnya. Factor ini membuatku nyaris jadi putus asa dikarenakan kala yg sedia bagiku teramat terbatas yakni kala saya ke pasar atau ke gereja.

Namun hasilnya peluang itu datang pula, dikarenakan satu buah perihal Koko tak sanggup berangkat ke Singapura utk membeli obat utk mertuaku maka beliau memintaku yg berangkat ke sana. Peluang ini tak saya sia-siakan, saya sekalian membujuk Koko buat membiarkan saya berobat menyuburkan kandunganku di Singapura, terserah itu dilakukan di hunian sakit atau ke shinshe yg ada di sana. Basic bila telah hoki, nyatanya mertuaku amat sangat mensupport bahkan ikut mencarikan kabar tentang klinik yg sanggup saya datangi. Hasilnya saya mampu ijin utk berangkat ke Singapura sewaktu lima hri dikarenakan memang lah perawatannya sendiri memerlukan proses pengambilan contoh sebelum & disaat memasuki periode suburku.

Saya mengatur jadwal kepergianku bersama-sama dgn mas Yanto, pasti saja tidak dengan sepengetahuan Koko. Kami bakal menginap di hotel yg sama namun tidak sama kamar, mas Yanto sendiri menyiapkan dua kamar buat berjaga-jaga dari seluruh mungkin saja. Penerbangan kami tadinya bakal dibuat tidak sama, tapi mas Yanto khawatir seandainya ada sesuatu menimpaku sebab saya tak sempat memang lah berangkat sendiri ke luar negara maka hasilnya kami memakai penerbangan yg sama.

Kepada hri H sesampainya di bandara saya langsung bergegas ke bisnis lounge seperti yg diminta mas Yanto sebab beliau telah menunggu di sana. Sesudah cipika cipiki kami coba mengobrol, nyatanya seluruhnya menjadi kikuk lagi tak selancar disaat ngobrol chatting di internet namun hasilnya mas Yanto sukses mencairkan suasana bersama gurauan-gurauannya. Meskipun kami mengusahakan bersikap sewajar barangkali namun tak sanggup dipungkiri terus kelihatan ada suasana kemesraan di antara kami. Sebahagian orang di sana tidak jarang melirik kami bersama pandangan heran lantaran menonton pasangan pribumi sawo matang berbaju kasual bersama Chinese putih yg amat sangat sipit yg berbaju seksi.

Hasilnya kala utk boarding tiba, sebelum kami berlangsung ke boarding lounge mas Yanto tiba-tiba berbisik padaku buat melepas celana dalamku di toilet bisnis lounge sebelum naik pesawat. Mukaku hingga merah merona dikarenakan jengah mendengarnya & pernah protes sebab saya telah memanfaatkan rok mini yg tinggal 1/3 paha bila sedang duduk namun mas Yanto keukeuh kepada permintaannya. Walau saya tak mengerti tujuannya namun saya turuti pula keinginan mas Yanto yg menungguku melepas celana dalamku di luar pintu toilet dgn senyuman nakal.

Entah bagaimanakah caranya mas Yanto dapat mengatur kami duduk berdampingan di pesawat padahal ketika check-in kami terpisah & kami duduk di baris yg memang lah cuma ada dua kursi saja. Saya kembali terheran-heran disaat mas Yanto membawa selimut yg sedia di bagasi cabin & memakainya buat menutupi pahaku yg cuma tertutup rok mini. Pikirku bisa jadi mas Yanto tak terbiasa terjadi bersama perempuan yg berpakaian seksi dikarenakan istri & anak wanita mas Yanto sehari-harinya gunakan hijab. hal tersebut tidak serupa bersama Kokoku yg senantiasa berharap saya berpakaian seseksi mungkin saja, lebih-lebih sebab payudaraku teramat gede & bulat menciptakan beliau senantiasa membelikan saya baju-baju yg menciptakan kelebihan ukuran dadaku makin tampak.

Di dalam pesawat saya mulai sejak berani bergelendotan manja bersama mas Yanto yg membalasnya bersama kecupan-kecupan mungil di pipi & bibirku. Jantungku sejak mulai berdebar kencang melamun apa yg dapat kami jalankan tatkala sekian banyak tengah malam ke depan tidak dengan hambatan siapapun. Sesudah pesawat take-off tangan mas Yanto mulai sejak masuk kebalik selimut yg menutup pahaku. Waktu Ini saya menjadi mengerti maksud mas Yanto menyuruhku mengakses celana dalam & seterusnya menutupinya bersama selimut. Tidak Dengan kusadari kulit wajahku kembali merah merona & nafasku mulai sejak memburu, padahal tangan mas Yanto baru memijat-mijat pahaku saja.
“Hhhhhhhh ….” Saya mendesah pelan sekali disaat tangan mas Yanto sejak mulai mengusap-usah pangkal pahaku.

Dengan Cara naluriah saya mengakses pahaku selebar yg mengijinkan di kursi pesawat & tukar posisi dudukku agak sedikit melorot terhadap sandaran kursi agar semua sektor vaginaku lebih gampang dijangkau.
“Ahhhh …mmmassshhhhh….” Saya mendesah tertunda sambil memeluk tangan mas Yanto saat kelentitku mulai sejak diusap-usap jari tangannya & mebuat cairan vaginaku sejak mulai membasahi lubang senggamaku.
“Masukin massh… ohhh…masukiiiinnnn …aja…massshhhh…” Erangku dikarenakan telah tak tahan lagi seandainya jari-jari mas Yanto cuma menggesek di luar lubang senggamaku saja.

CLEEPPP ….. kurasakan salah satu jari mas Yanto telah masuk ke dalam liang senggamaku
Srrtt..srrttt ….srrrtt … bersama serta-merta jari itu ke luar masuk liang senggamaku di balik selimut.
“A…a…a….a…” saya mengupayakan berkukuh sekuat tenaga agar tak mengeluarkan jeritan kenikmatanku sampai hasilnya tidak dengan sadar saya menggigit-gigit lengan mas Yanto yg dari tadi telah saya peluk.
“Ooohhh Tuhaann ….oohh Tuhann … nikmat sekali…ohhhh …” Gumamku kala kurasakan orgasmeku nyaris tiba.
“Oucccchhhhhhhh…..masss….ahhhhhh….” Tanpa sadar aku menggeliat di kursi saat orgasmeku datang dan membuat selimutnya melorot walapun mas Yanto masih sempat menariknya kembali.

“Aduuuh enak sekali mas … terima kasih ya …” Kataku sambil menunjang mas Yanto membersihkan jari-jari tangannya yg belepotan oleh cairan vaginaku hingga ke punggung & telapak tangannya.

Saya juga pernah mencubit mas Yanto dikarenakan cemburu saat satu orang pramugari coba main mata dengannya sambil memasukkan jarinya kedalam bibirnya meski mas Yanto cuma menanggapinya dgn senyum ramah biasa. Barangkali pramugari itu dapat menduga apa yg dilakukan mas Yanto kepadaku dari balik selimut yg menutupiku.

Fantasiku sejak mulai melayang ke mana-mana, bayangkan saja dalam tempo kurang dari 5 menit & cuma dgn jari tangannya saja mas Yanto dapat membuatku orgasme. Padahal sampai kini tiap-tiap laki laki yg telah meniduri saya jarang sekali yg mampu membuatku orgasme. Saya menjadi semakin tak sabar mau serentak berhubungan tubuh bersama mas Yanto, kata sekian banyak temanku penis orang pribumi rasanya lain & gaya mereka bercinta serta tidak serupa. Dari pengalamanku berhubungan tubuh bersama Koko ataupun kelima pacarku yg semuanya Chinese, seluruh rasanya sama saja seandainya telah di dalam liang senggamaku meski ukuran penisnya beda-beda.

Sekian Banyak menit setelah itu pesawat telah mendarat di Changi Airport & kembali disaat kami jalan berdua menuju imigrasi beberapa orang tidak jarang memandang kami bersama pandangan ganjil atau senyum nakal. Ketika saya bertanya ke mas Yanto apakah beliau menonton seperti yg saya perhatikan atau itu cuma perasaanku saja sebab mula-mula kalinya kami bepergian dengan. Mas Yanto menjawab bahwa dirinya pun menyaksikan apa yg saya tonton, jelasnya tidak cuma perbedaan ras penampakan kami benar-benar jauh tidak sama. Mas Yanto berpenampilan dewasa & tenang, sedangkan saya kelihatan seksi & nakal lantaran kemungkinan telah dibiasakan oleh Kokoku.

Saran dari mas Yanto yaitu saya ganti sedikit penampilanku supaya kami tak menjadi terlampaui mencolok. Walau tak dikatakannya serentak, saya serta mengerti bahwa ia tak mau saya dianggap juga sebagai perempuan penghasilan yg mendampingi pembisnis atau petinggi pribumi yg sedang berlibur.

Tidak Dengan terasa kami telah hingga di hotel Grand Hyatt di Scotts Road yg biasa di gunakan Koko bila ia ke Singapore. Kamar-kamar kami tidak cuma berlainan pula berada di tower yg terpisah bersama lift sendiri-sendiri. Mas Yanto telah mempertimbangkan semuanya bersama lumayan cek sebab beliau tahu betul sifat Kokoku.
Mas Yanto pun telah membeli SIM Kartu lokal buat kami gunakan berkomunikasi satu sama lain selagi di Singapore.
Demikian hingga ke kamar saya sejak mulai gelisah lantaran teramat kangen dgn mas Yanto, lebih-lebih dgn kejadian di pesawat tadi. Namun mas Yanto pesan bahwa saya jangan sampai mengontak ia namun mesti menunggu ia yg mengontak saya lantaran dirinya belum mempersiapkan HPku buat diisi No. lokal tadi.
Ting…toooooong … tiba-tiba bel kamarku berbunyi

Nyata-nyatanya mas Yanto yg ada diluar pintu. Saya cepat membukakan pintu untuknya & menyambutnya bersama gembira dikarenakan memang tak menyangka mas Yanto dapat ke kamarku secepat ini.

Hhhhhhmmmmmpppphhhh …. Saya serentak mencium bibirnya dgn penuh rasa rindu hingga lupa menutup pintu kamarku.
“Kok lama sekali datangnya ….?” Kataku manja sesudah kami selesai berciuman, padahal saya sendiri baru saja meletakkan koper & bersih-bersih sedikit tetapi belum pernah ubah pakaian.

“Saya tadi mesti cari tahu lalu siapa pemilik benda ini …” jawab mas Yanto sambil memperlihatkan celana dalam hitam transparan adalah celana dalam yg saya copot di Cengkareng.

Rupanya mas Yanto sukses mencomotnya dari tasku tidak dengan saya ketahui.
“Aduuuuh kok menjadi ada di sana sih ?” Mukaku segera beralih merah lantaran malu.
Disaat saya sukses merebutnya malahan mas Yanto kembali memelukku dgn satu tangannya sedangkan tangan yg lain serta-merta merogoh masuk kedalam rok miniku yg pasti saja tetap belum memanfaatkan celana dalam lagi. Saya serta-merta melepas rok miniku itu maka saat ini sektor bawahku telah telanjang. Mas Yanto segera meresponnya dgn melepaskan celana yg dipakainya & setelah itu celana dalamnya.

“Iiiiiihhhhhhhh …. !!!” Spontan saya berteriak kaget diwaktu menyaksikan penis mas Yanto yg telah mengacung ke arahku.
Penis mas Yanto ukurannya biasa-biasa saja, namun yg teramat berlainan yakni warnanya yg hitam kemerahan & wujudnya yg pipih bukan bulat. Di sekeliling penisnya nampak tidak sedikit urat-urat pembuluh darah yg menggelembung maka penis itu seperti batang pohon yg dililit oleh akar-akar bahar disekelilingnya. Saya merasakan liang senggama di vaginaku berkontraksi & sejak mulai lembab dikarenakan wujud penis Yanto yg sebenarnya agak menyeramkan bagiku namun sejak mulai membangkitkan gairah berahiku bersama seketika.

“Kenapa sayang ?” Bertanya mas Yanto keheranan.
“Aku belum sempat tonton penisnya pri … eh … seperti ini” Jawabku kagok
“Maksudnya belum sempat liat penis orang pribumi ya ?” Canda mas Yanto
“Mau cicipin waktu ini ?”

“Mauuuuu ….” Kataku manja sambil mencium mas Yanto, sedangkan tangan kananku memegang penisnya.
Vaginaku makin lembab oleh cairan & sejak mulai terasa berdenyut-denyut dikarenakan saya terangsang sendiri kala menggenggam penis mas Yanto. Dikala menggenggam penisnya yg pipih, saya seperti sedang memegang ikan lele yg akbar yg berontak mau lepas.

“Masukkin segera aja masss …. Saya udah ga tahan kepengen diijut” kataku menggunakan istilah dalam bahasa sunda jalanan buat bersetubuh.
Tidak Dengan menunggu lagi mas Yanto serentak mendorong tubuhku ke dinding kamar hotel, selanjutnya bersama menekuk ke-2 lututnya penisnya sejak mulai diarahkan vaginaku utk mencari lubang senggamanya. Kepala penis mas Yanto saya pegang dgn jari-jariku utk membantunya mencapai liang senggamaku. Konsisten jelas saya belum sempat bersetubuh sambil berdiri dgn cowok-cowokku pada awal mulanya, lebih-lebih dgn Kokoku.
“Aaaaahhhhhh ……” Saya mendesah diwaktu kepala penisnya masuk kedalam liang senggamaku, mas Yanto tak segera memasukkan semua batangnya tetapi memutar-mutar lalu kepala penisnya seakan-akan mau mengenali situasinya lalu.
BLESSSSSSSS ……

Pelan-pelan batang penis mas Yanto masuk ke dalam liangku hingga masuk semua bersama mulus sebab vaginaku memang lah telah siap menerima tamu.
“Adddddaaaawwwwwwww …..auhhhhhh…aaaahhhhhh ….” Saya mengerang kenikmatan.

Sambil tangannya menyangga ke-2 pantatku, mas Yanto meluruskan kembali kakinya yg tadi ditekuk maka automatic saya terangkat ke atas seperti melayang & terasa nikmat sekali. Setelah Itu saya diminta utk melingkarkan kaki di pinggulnya sedangkan tanganku memeluk lehernya.

Mas Yanto mulai sejak memompa penisnya ke luar masuk vaginaku dgn kegiatan pelan sambil sedikit menekan maka saya merasa sedang dipaku di dinding bersama penis yang merupakan pasaknya. Cairan vaginaku mengalir dgn derasnya hingga ke luar & membasahi bulu kemaluan kami berdua.
“Ahhh ….ahhhh …hehhhh…hehhhh…ahhhh…ahhh” saya konsisten mengeluarkan desah nikmat mengikuti irama kegiatan penisnya bersama mata sipitku yg terpejam.

Pakaian bagian atasku yang masih lengkap dengan BH karena belum kulepas mulai kusut dan basah oleh keringat, pakaian mas Yanto juga sudah mulai acak-acakan. Posisi bersetubuh kami memang hanya melekatkan tubuh pada bagian pinggul kebawah sehingga tidak terlalu mengganggu.
“Aduuuhhhh massshh … enak sekali ….ahhhh ….enak terusshhh…shhhh…” Aku mulai meracau bersamaan denga semakin memuncaknya rasa nikmatku.
“Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh ………masssssssss…….akuuuu…dappppaaaaaaaattt” aku menjerit saat orgasmeku meledak dengan tiba-tiba.
Kaki dan tanganku langsung menjepit tubuh mas Yanto dengan kencang, mukaku terasa memerah dan mata sipitku tiba-tiba melotot saat mencapai puncak kenikmatanku dari penis orang pribumi pertamaku.
Setelah klimaks orgasmenya berlalu, aku langsung merasa lemas sehingga kakiku tidak kuat lagi menjepit pinggangnya dan terjuntai lemas. Mas Yanto menghentikan pompaannya, kemudian memelukku dan menyandar kepalaku di bahunya lalu aku dibopongnya ke ranjang dengan penisnya masih ada di dalam vaginaku.

“Uuuuuuuuhhhhhhhhhhh …..” aku melenguh nikmat saat penis mas Yanto terlepas dari vaginaku setelah membaringkanku di tempat tidur.
Dengan telaten mas Yanto melepas baju dan BH yang tersisa, kemudian dia melepaskan juga bajunya sendiri sehingga sekarang kami berdua sudah telanjang bulat. Aku lihat penis mas Yanto masih tegak melengkung ke atas dan berkilat-kilat terkena cahaya dari layar TV. Rupanya mas Yanto masih belum ejakulasi, padahal biasanya cowok-cowokku ejakulasi duluan sebelum aku orgasme atau paling tidak bersamaan datangnya.
Kakiku direntangkannya lebar-lebar dengan satu tangannya sedangkan tangannya yang lain mengocok-ngocok penisnya sambil diarakan ke liang senggamaku.
BLESSSSS ….. dengan sekali genjotan pada pinggulnya seluruh batang penisnya langsung masuk ke dalam vaginaku sampai kepangkalnya.
“Auuuuuhhhhhhhhhhhhh…..Masshh …pelan-pelan” jeritku karena merasa sedikit ngilu pada vaginaku akibat persetubuhan kami yang sambil berdiri tadi.
Dengan lembut mas Yanto mulai menggerakkan penisnya maju mundur di dalam liang senggamaku yang belum terlalu basah setelah tadi rehat untuk mengulum penis itu tadi. Walaupun begitu bukan berarti kenikmatannya berkurang, apalagi mas Yanto memang sangat telaten mencari-cari area di dalam rongga liang senggamaku yang lebih sensitif apabila disentuh dengan penisnya.
“Aduh mas enak sekali di situ ….ohhhh ….ohhhh….oohhhhhhh” Reaksi spontanku terhadap titik sensitif yang disentuh penisnya juga menjadi sangat membantu mas Yanto untuk mengerti kebutuhanku.

Tanpa harus menunggu lama vaginaku mulai basah lagi …
CROK…. CROK …. CROK …. CROK ….CROK ….mulai terdengar bunyi nyaring dari cairan vaginaku yang terpompa keluar oleh gerakan penis mas Yanto.
“Ohhhhhh….enak sekali…ahhhh….ahh…..ahh….” Aku terus mendesah nikmat
Mas Yanto menaikkan kakiku ke bahunya dan merubah posisi badannya menjadi setengah berjongkok sehingga pinggulku otomatis agak terangkat juga. Dalam posisi ini tanpa ampun mas Yanto memompakan penisnya dengan sangat cepat membuatku tubuhku bergoyang-goyang sesuai irama pompaannya. Penisnya terasa melesak sangat dalam ke arah rahimku membuatku ingin meraung raung kenikmatan kalau tidak malu sama mas Yanto, akhirnya aku meremas-remas dan menggigit-gigit bantal yang ada di kepalaku sebagai pengalihannya.

“Arrrrkkkhhhhh ….arrrkkkkkhhhh ….arrrkkkkhh …” Akhirnya aku hanya mengeluarkan erangan tertahan dengan badan yang melenting-lenting di ranjang.
CROK…CROK …CROK….CROK …CROK … Bunyi becek dari vaginaku semakin keras terdengar
“AAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……” Aku melolong kenikmatan saat aku kembali mendapat orgasme. Mataku yang sipit membelalak sejenak sebelum berputar sampai hanya kelihatan putih matanya saja.
Pompaan penis mas Yanto makin lama makin pelan mengikuti redanya puncak orgasmeku, kakiku juga diturunkan dari bahunya lalu tubuhnya direbahkan sambil menindih tubuhku.

“Kamu bisa menikmatinya sayang ?” Bisik mas Yanto sambil mencium bibirku dan mengecup-ngecup pipi serta leherku “Aku belum keluar lhooo…”
“Enak sekali mas, benar-benar merupakan pengalaman yang sama sekali baru” Jawabku sambil membalas ciuman dan kecupannya.
“Mas mau minta Syeni ngapain supaya mas bisa keluar ?” Aku menawarkan bantuan agar mas Yanto bisa ejakulasi.
Mas Yanto minta kami merubah posisi dengan aku ada di atasnya tanpa melepaskan penis dari vaginaku terlebih dahulu. Akhirnya sambil berciuman kami berguling di ranjang sampai posisi kami berbalik di sisi lainnya. Aku lihat bed cover tempat kami bersetubuh sebelumnya sudah basah oleh cairan vaginaku sehingga meninggalkan noda yang cukup lebar.

“Ahhhh ….” Aku mendesah pelan saat payudaraku dicium dan diremas oleh mas Yanto.
Dengan lahap putting payudaraku di hisap-hisapnya, sedangkan payudaraku yang lainnya di remas-remas dengan tangannya. Payudaraku sangat besar, sehingga telapak tangan mas Yanto yang sudah lebarpun hanya bisa meremas tidak sampai setengah bagiannya.
Sambil menikmati permainan mas Yanto pada payudaraku dalam kondisi setengah tengkurap aku mulai bergerak memaju mundurkan pinggulku untuk menggesekan penis Yanto dalam lubang seggamaku.

“Ohhhhh….shhhhh…” Aku kembali mendesah menikmati hasil dari pergerakanku sendiri.
Makin lama aku aku bergerak makin cepat dan diimbangi oleh mas Yanto dengan gerakan pinggulnya yang menekan penisnya makin kedalam saat gerakan mundurku membuatku menjerit-jerit nikmat.
“AAAAHHHH ….AHHHHH…..AHHHHHH ….AAmmmpppphhhhhh” Jeritanku kadang disumpal mas Yanto dengan ciumannya, mungkin dia khawatir jeritanku “mengganggu” tamu-tamu lain.

Aku kemudian diminta untuk mengambil posisi dengan badan yang lebih tegak seperti sedang menaiki kuda sehingga gerakanku sekarang adalah naik turun. Mas Yanto tetap mengimbangiku dengan menaikkan pinggulnya untuk menyambut setiap gerakan turunku yang membuat seolah penisnya menancap dalam-dalam tembus sampai jantungku. Belum lagi aktivitas tangannya yang meremas payudaraku, mempermainkan putingnya atau mempermainkan kelentiku.

“Mass…enak mashhh…. Kontolnya enak sekali….mashhh kontolnyaaaahhh”
Aku meracau dengan pilihan kata-kata yang sudah tidak terkontrol lagi. Maklum sebagai orang yang berasal dari keluarga cina totok, aku hanya bergaul dengan buruh pribumi level bawah di toko atau perusahaan kami yang pilihan bahasanya sering kali kasar.
“Ohhhh….ohhhhh…ohhhhh….ohhhh…..”

Gelombang orgasme terasa mulai muncul lagi sehingga aku mulai mempercepat gerakanku. Butir-butir keringat mulai muncul di sekujur tubuhku membuat tubuhku menjadi kuning berkilatan. Rambutku yang asalnya panjang terurai sampai ke punggung mulai acak-acakan menutupi sebagian mukaku sampai ke dadaku.

“Mass….aaakkkuuu udaaah mau dappaaatthhhh …..”
Teriakku dengan tubuh mulai bergetar karena diterjang gelombang orgasme yang begitu nikmat.
“Syeniii….saya juga akan keluarrrr ….” Sambut mas Yanto sambil menahan pinggulku dibawah dan dia sendiri melentingkan tubuhnya untuk membuat penisnya tertancap dalam-dalam.

“Ouuhhhhh …keluarkan semua pejunya masshhh ….untukkuu…..” Keluarnya air mani di dalam tubuhku seperti bonus bagi kenikmatan sebelumnya.
SROOOOTTT….SROOOTTT ….SROOOTTTT ….SROOOTTT….SROOOOTTT …srrrt …srrttt…srttt
Lima semprotan air mani yang kuat aku rasakan membanjiri rahimku diikuti beberapa semprotan kecil sesudahnya.
Untuk sejenak aku seperti tidak sadarkan diri, tidak ada yang bisa aku ingat selain kenikmatan puncak yang sedang aku rasakan sekarang. Orgasme yang dibarengi dengan semprotan air mani mas Yanto merupakan orgasme pamungkas yang sempurna bagiku.
Setelah berahiku mulai reda badanku ambruk di atas tubuh mas Yanto yang segera memelukku dengan mesranya. Rambutku yang acak-acakan dirapikannya dan kemudian menciumi aku dengan hangat.

“Syeni, kamu sangat luar biasa …. Saya benar-benar dipuaskan oleh kamu” Bisik mas Yanto kepadaku dengan suara yang mesra.
“Mas Yanto juga hebat sekali…aku sangat menikmati ijutannya bikin ketagihan” Jawabku malu-malu dengan nafas masih belum teratur.
“Apalagi semprotan pejunya juga sangat enak, nikmat sekali ….” Lanjutku sambil tersenyum manis.
“Kamu mau aku cariin pil anti hamil untuk berjaga-jaga ?” Mas Yanto berbalik tanya seperti teringat sesuatu setelah aku bicara soal semprotan air maninya di dalam tubuhku tadi.

“Ga usah mas, malah lebih baik kalau aku bisa punya anak dari mas …” Kataku manja hingga jadi malu sendiri dan membenamkan mukaku di dadanya.
Mas Yanto kemudian mengangkat mukaku dan memandangku dengan lembut tapi terlihat serius “Syeni kamu pikirkan baik-baik dulu, jangan sampai omongan kamu itu hanya bawaan emosi karena kita habis bercinta”

“Tapi saya tidak keberatan kalau Syeni memang ingin dibuahi dengan benihku “ Lanjut mas Yanto
Aku hanya mengangguk sebagai jawabannya karena tekadku sudah bulat, bahkan sebelum pergi ke sini aku memang sudah bertekad untuk punya anak dari mas Yanto saja dari pada dibilang tidak subur oleh keluarga kokoku.

“Aaaahhhhhhhhhhhhhh ….” Aku kembali mendesah saat mas Yanto melepas penisnya yang mulai lunak kembali.
Dia kemudian mengambil handuk kecil dari kamar mandi yang sudah di beri air hangat, dengan lembut dibasuhnya vaginaku dengan handuk hangat tadi sampai bersih baru dia membersihkan penisnya sendiri. Setelah membuka bed cover yang basah oleh keringat kami dan cairan vaginaku, kami berbaring kembali di ranjang dengan tetap bertelanjang bulat. Saat itu kami pergunakan untuk “lebih mengenal” perabotan masing-masing yang sebelumnya dipergunakan.

Bulu vaginaku yang hitam tipis dan berbentuk pohon palm merupakan favorit mas Yanto selain kelentitku yang panjang. Mas Yanto juga bisa menebak bahwa aku udah pernah hamil lebih dari dua bulan sebelum digugurkan hanya dari bentuk putingku yang memang sudah membesar dan berwarna lebih gelap saat aku masih perawan. Aku hanya bisa mengiyakan dan minta maaf karena tidak berterus terang sebelumnya sambil jantungku jadi berdebar takut perasaan mas Yanto jadi berubah terhadapku. Mas Yanto ternyata tidak marah, hanya dia berpesan kalau memang ingin serius tentang dihamili olehnya, maka dia tidak ingin aku menggugurkan kandungannya lagi.

Saat aku bertanya mengenai kenapa penisnya berbeda dengan penis-penis yang pernah aku kenal apakah ada hubungan dengan ras. Dia bilang perbedaan utama adalah karena sebagai muslim penisnya sudah disunat sejak kecil sehingga pertumbuhannya berbeda dengan penis-penis yang tidak disunat atau disunat setelah dewasa. Penis cowok-cowokku memang ujungnya tertutup kulit saat sedang tidak berereksi sedangkan kepala penis mas Yanto langsung terbuka dengan lekukan miring dilehernya sehingga menjadi batas yang jelas dengan batang penisnya.
Aku coba kulum penis mas Yanto sampai berereksi lagi sehingga sekarang aku bisa melihat dari dekat benda yang tadi membuatku meraung-raung kenikmatan. Tanpa sadar aku terhanyut untuk menghisap dan menjilati kepala penis mas Yanto sampai mas Yanto akan mendapat ejakulasi lagi. Dia minta aku untuk menelan seluruh air maninya dan tentu saja aku mau melakukannya dengan senang hati walaupun sebelumnya aku tidak pernah mau kalau disuruh melakukannya oleh cowokku yang pertama dan juga Kokoku.

Mas Yanto bukan hanya sekedar berbeda rasa penisnya, tapi juga berbeda dalam gaya bercintanya yang selalu mengutamakan kepuasanku terlebih dahulu. Dia juga membuat aku tetap punya harga diri walaupun hanya sebagai pacar gelapnya atau wanita simpanannya. Padahal selama ini aku selalu diperlakukan tak lebihnya sebagai obyek pemuas syahwat bagi cowok-cowok yang meniduriku. Pada saat aku memang membutuhkan hal itu tidak terlalu terasa, tapi sangat menyakitkan pada saat mereka membutuhkanku karena umumnya mereka tidak mau tahu apakah aku sudah siap dipenetrasi atau tidak.
Selama di Singapore kami bercinta sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sehari, saat bercinta di pagi hari kami sepakat untuk mengeluarkan air maninya di luar supaya saat diperiksa di klinik tidak masuk ke dalam medical recordku. Tapi untungnya metoda terapi mereka tidak melarang aku bercinta selama menjalankan pengobatan.

Beberapa teknik bercinta kilat juga kami coba praktekkan walaupun sebenarnya tidak perlu kalau melhat situasi selama kami di sana, tapi mas Yanto yakin bahwa setelah kembali ke Bandung kesempatan untuk bercinta memang akan sangat terbatas. Bercinta di mobil atau di motel-motel short time akan menjadi sering kami lakukan dan mas Yanto ingin memastikan bahwa aku bisa mencapai orgasme sedikitnya satu kali.

Sesaat setelah mendarat di bandara Cengkareng, mas Yanto kembali mengajakku bercinta di hotel Bandara sebanyak dua kali untuk memastikan pembuahanku dengan benihnya karena saat itu aku memasuki fase masa suburku sebelum akhirnya kami pulang dengan menumpang travel yang berbeda. Begitu aku sampai rumah Koko langsung menyetubuhiku tanpa memperdulikan apakah aku sedang kelelahan atau tidak. Tiga malam selanjutnya seperti siksaan bagiku karena Koko terus menerus ingin menyetubuhiku, katanya untuk memanfaatkan masa efektif terapi yang aku jalani.

Akhirnya memang aku hamil dan naluriku meyakini bahwa benih jabang bayiku adalah mas Yanto bukan suamiku. Aku dan mas Yanto masih sering bertemu untuk bercinta sampai kandunganku berusia 8 bulan, pengelola motel sering memandang kami dengan heran melihat ada wanita hamil besar masih sewa short time di motelnya dia. Walaupun begitu keluarga suamiku menjadi sangat gembira dan tidak ada kecurigaan sama sekali bahwa benih cucunya berasal dari orang lain … mitra bisnis suamiku sendiri.
Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Share this article :
+
Previous
Next Post »
 
Copyright © 2014 Cerita Seks Dewasa - All Rights Reserved
Powered By CERITAMALAM